Bendera Putih

menyerah sebelum berperang (pasrah)

TATA KRAMA

TATA KRAMA


KEHIDUPAN SEHARI-HARI

OLEH : ______________


 

PROGRAM BUDI PEKERTI


TAHUN PELAJARAN ____/____

 


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Setiap kegiatan pasti memiliki latar belakang. Adapun yang melatar belakangi dibuatnya paper ini yaitu menyelesaikan tugas dari guru mata pelajaran Budhi Pekerti. Disanping itu, mengingat jaman seperti sekarang ini, banyak masyarakat khususnya para remaja yang kurang sekali mengenai pendidikan Tata Krama yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan remaja-remaja sekarang yang berprilaku menyimpang dari ajaran Agama karena kurangnya pengetahuan Budhi pekerti khususnya Tata Krama dalam kehidupan sehari-hari. Tidak menutup kemungkinan kalau para remajalah yang sering menimbulkan suatu asumsi yang negatif dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan melihat keadaan ini, maka kami membuat paper ini sebagai bahan panduan para remaja. Itulah yang melatar belakangi kami membuat paper ini.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apa pengertian Tata Krama ?

1.2.2 Bagaimana hubungan antar manusia sehingga melahirkan pergaulan ?

1.2.3 Prihal yang menyebabkan kita sering menemukan kerumitan dalam bergaul ?

1.2.4 Bagaimana penerapan Tata Krama di rumah, sekolah dan masyarakat ? jelaskan !

1.2.5 Apa tujuan kita bertata krama dalam kehidupan sehari-hari ?

1.3 Tujuan Masalah

1.3.1 Untuk meningkatkan kedisiplinan pada diri para remaja, agar bisa menjadi remaja yang berkualitas.

1.3.2 Untuk menumbuh kembangkan kesadaran pada diri para remaja akan pentingnya tata krama dalam kehidupan sehari-hari.

1.3.3 Untuk bisa dijadikan pedoman oleh masyarakat banyak khususnya para remaja dalam proses pembelajaran, baik lingkungan, keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat.

1.3.4 Untuk bisa melahirkan bibit yang berkualitas baik segi fisik maupun mental.

1.3.5 Untuk menciptakan suasana aman, damai dan temtram baik di lingkungan masyarakat, sehingga pertentangan-pertentangan bisa dihindari.

1.4 Ruang Lingkup

Dalam permasalah ini hanya mencakup ruang lingkup di lingkungan masyarakat khususnya dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Tata Krama

Tata krama terdiri dari kata “tata” dan “krama”. Tata berarti aturan, adat, norma, peraturan. Krama berarti sopan santun, prilaku santun, tingkah laku yang santun, bahasa yang santun, kelakuan yang santun, tindakan yang santun.

Dalam pergaulan sehari-hari, sering kita jumpai manusia tipe “kedondong” dan manusia tipe “durian”.

Manusia tipe kedondong adalah orang yang penampilannya menarik, baik dalam berpakaian, bedandan, berbicara, berjalan, makan dan minum, namu penampilan itu hanyalah polesan lahiriah saja. Prilaku tidak mencerminkan keadaan hati yang sebenarnya. Hatinya dikuasai sifat-sifat tak terpuji, sombong, pendendam, iri, egois. Kulit kedondong memang licin dan halus namun dagingnya sangat asam kalau dimakan dan bijinya penuh serabut yang semerawut.

Manusia tipe durian adalah orang yang penampilannya tidak menarik, kasar, berduri tajam, dan tidak mengundang simpati, namun berhati emas. Sifatnya terpuji, seperti rendah hati, suka memaafkan, suka menolong, suka menghargai orang lain, tidak suka menyakiti orang lain. Durian yang masak atau matang merelakan dirinya jatuh dari pohonnya. Kulit durian yang kasar tetapi daging buah durian akan terasa manis kalau dimakan dan mengeluarkan bau harum yang menyengat sedangkan bijinya halus.

2.2 Tata Krama Dalam Kehidupan Sehari-hari

Hubungan antara manusia melahirkan pergaulan. Dalam begaul, hendaknya memperhatikan tata krama dalam pergaulan. Dalam pergaulan tidak terlepas dari komunikasi antar sesama. Komunikasi terdiri dari unsur komunikator (pembicaraan), pesan (bahan yang dibicarakan) dan komonikan (yang mendengar). Kalau tata krama berlaku dimana saja, maka dalam ruang lingkup ini komunikasi dengan orang lain dalam pergaulan merupakan arena yang penting menuntut jatah diterapkannya tata krama. Karena itu, ada orang yang mengatakan bahwa tata krama dan komunikasi dalam pergaulan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya ibarat benang yang jalin-menjalinmenghasilkan tenunan berupa kain yang utuh.

Komunikasi dalam pergaulan merupakan kegiatan sehari-hari selama manusia masih hidup dan memerlukan orang lain. Bergaul telah menjadi sisi kehidupan yang biasa sampai-sampai kita sering lupa bahwa begaul tidak selamanya gampang, komunikasi dengan teman, bahkan dengan sahabat karib karena ucapan dan tindakannya di luar dugaan, belum pernah mengalami sperti itu. Hal itu terkadang kita menyebabkan merasa dongkol, jengkel, bosan, bahkan terheran-heran. Ada hal yang perlu direnungkan, apa yang kita tidak senangi baik dalam tindakan dan ucapan, janganlah pelakukan orang lain apa yang tidak kita senangi karena orang lain juga tidak akan senang.

Manusia sebagai mahluk Tuhan yang unik penuh misteri. Banyak unsur yang masih menjadi rahasia bagi kita, meskipun informasi-informasi telah kita peroleh dari orang lain tetap saja kita sulit menebak isi hati orang lain, oleh karenanya perhatikanlah tata krama dalam pergaulan.

2.3 Penerapan Tata Krama di Lingkungan Keluarga, Sekolah dan Masyarakat

2.3.1 Lingkungan keluarga

Tata Krama sangat penting dimiliki oleh setiap orang untuk menyelesaikan dirinya sebagai mahluk sosial kita bahas mulai dari lingkungan keluarga. Bertata krama yang baik di lingkungan keluarga sangat penting. Berbicara sopan pada orang tua, itu salah satu contoh tata krama yang baik. Sebagai manusia yang memiliki akhlak / budi yang baik hendaknya selalu menanamkan ajaran Budi pekerti khususnya tata krama. Kalau tata krama di lingkungan keluarga tidak terlaksana dengan baik niscaya keluarga tersebut tidak akan pernah mencapai kebahagiaan. Adapun bentuk-bentuk yang mencerminkan tata krama di lingkungan keluarga yaitu :

1. Hormat pada orang tua

2. Mengucapkan salam bila bertamu, atau ada orang bertamu kerumah kita, kita sebagai tuan rumah mesti sopan dan mempersilahkan masuk.

3. bila ingin berpergian selalu berpamitan kepadan orang tua ataupun pada orang yang ada dirumah dan begitupun senaliknya bila datang kerumah selalu mengucapkan salam.

4. menjaga perasaan orang tua agar tidak tersinggung oleh perkataan kita dan masih banyak lagi yang lain.

2.3.2 Lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan tempat/gudangnya ilmu pengetahuan terutama dalam bertata krama. Di sekolah pun kita mesti bertata krama yang baik, baik kepada teman, guru maupun seluruh warga sekolah. Tata krama tersebut tidak terbatas cakupannya. Dimanapun kita berada, kalau bisa dan harus betata krama yang sopan dan baik.

Berikut cerminan-cerminan yang menunjukkan tata krama di sekolah, diantaranya :

1. memberi hormat kepada guru ketika guru masuk kelas.

2. Jika bertemu dengan guru selalu betegur sapa yang sopan.

3. Menghargai guru jika sedang mengajar di kelas (tidak membuat keributan dikelas ketika pelajaran berlangsung).

4. Bila ijin keluar/permisi, selalu minta ijin dulu pada guru yabg sedang mengajar.

5. Mematuhi aturan-aturan yang berlaku di sekolah.

6. Bersedia diberi sanksi apabila melakukan kesalahan seperti tidak pakai dasi, terlambat, mengeluarkan baju (berpakaian tidak sopan) dan lain-lain.

Contoh diatas merupakan beberapa bentuk prilaku yang mencerminkan tata krama di sekolah.

2.3.3 Lingkungan masyarakat

Kalau sudah manyangkut masyarakat, berarti ruang lingkup tata krama semakin luas. Disini kita selalu mesti berhati-hati dalam masyarakat kita sebagai mahluk sosial yaitu manusia yang tidak bisa menjaga tata krama dengan orang lain. Maka dari itu kita harus bisa menjaga tata krama dengan orang lain didalam kehidupan bermasyarakat. Kalau kita senang membantu orang yang sedang kesusahan, kita pun nantinya akan senantiasa ditolong apabila sedang kesusahan ataupun tertimpa musibah. Dengan bertata krama yang baik dalam lingkungan masyarakat, maka akan timbul keharmonisan dan keselarasan dalam masyarakat.

Adapun yang menjadi contoh yang berlandaskan tata krama yaitu :

1. Menjalin silaturahmi kepada tetangga-tetangga.

2. Apabila bertemu dengan orang lain baik dikenal maupun tidak, selalu memancarkan senyum.

3. Apabila ada orang tua yang duduk dan kita hendak lewat harus permisi agar lebih sopan kepada orang yang lebih tua.

4. Bila sedang mengikuti rapat, jangan memotong pembicaraan orang lain sebelum orang tersebut selesai ngomong.

5. Bila ada tetangga yang sakit jangan membuat kegaduhan, misalnya membunyikan tape keras-keras sesuka hati sehingga mengganggu orang lain.

6. Begitu pula pada saat istirahat siang, jangan ribut agar tidak menyinggung orang sedang istirahat.

Demikian tata krama dilingkungan masyarakat. Kalau kita berhasil menjalankan tata krama yang baik dimanapun lingkungannya, berarti kita berhasil pula menciptakan keharmonisan dan keselarasan yang kita idamkan.

2.4 Tujuan Tata Krama Dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebenarnya banyak tujuan dan manfaat yang bisa kita capai di dalam bertata krama. Berikut diantara tujuan-tujuan itu diantaranya :

  1. Untuk menciptakan suatu kedamaian dalam kehidupan sosial.
  2. Menumbuhkan kesadaran seseorang akan pentingnya bertata krama.
  3. Menambah ilmu pengetahuan baik secara lisan maupun tertulis.
  4. Untuk menghindari terjadinya pertentangan.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Jadi demikianlah pembahasan tentang tata krama dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dalam membaca paper / makalah ini anda dapat mengerti dan memahami apa yang kami telah sajikan. Dan dari pembahasan tersebut dapat saya simpulkan bahwa peranan tata krama dalam kehidupan sehari-hari sangat berpengaruh dalam pembentukan sikap / mental keperibadian seseorang.

3.2 Saran-saran

Dari pembahasan tersebut dapat saya sarankan bahwa kita dalam bergaul, hendaknya memperhatikan tata krama dalam pergaulan. Karena dalam bergaul tidak terlepas dari komunikasi antar sesama.

DAFTAR PUSTAKA

Bayu Mas, 2008. Budi Pekerti

Riko Valentino. KD. 2008. Budi Pekerti

Ardana I. Md. 2008. Budi Pekerti

Artawan. Kd. 2008. Agama Hindu

Budiada. Km. 2008. Agama Hindu

 

KATA PENGANTAR


Om Swastyastu,

Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kekuatan. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah/paper ini yang berjudul “Tata Krama Kehidupan Sehari-hari”.

Makalah ini disajikan dengan mengintegrasikan, tugas yang diberikan kepada siswa dari guru mata pelajaran, dengan demikian siswa diharapkan untuk bisa membuat makalah dengan cara mengerjakan berkelompok, hal ini akan tercermin dalam sikap bercakap dan bekerja sama antar siswa. Saya menyadari isi makalah / paper ini banyak yang kekurangan. Tentunya banyak yang cacat celanya. Segala tegur sapa perbaikan kami terima dengan hati lapang dan tangan terbuka. Untuk kritik dan saran dari semua guru Budhi Pekerti sangat saya harapkan demi penyempurnaan makalah/paper berikutnya.

Semoga makalah ini ada manfaatnya dalam upaya memahami pelajaran Budhi Pekerti.

Om Çantih, Çantih, Çantih Om

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Masalah

1.4 Ruang Lingkup

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Tata Krama

2.2 Tata Krama Dalam Kehidupan Sehari-hari

2.3 Penerapan Tata Krama di Lingkungan Keluarga

2.4 Tujuan Tata Krama Dalam Kehidupan Sehari-hari

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran-saran

DAFTAR PUSTAKA

 

About these ads

November 22, 2008 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. Ini salah satu pelajaran yang penting di setiap sekolah karena kalian membuat tulisan ini dari pendahuluan sampai penutup mungkin ini akan berguna bagi setiap siswa yang di tugaskan untuk membuat makalah

    Komentar oleh Rega | September 14, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: